SEJARAH INDONESIA - DEWA TRIMURTI

A.    Dewa Siwa

     Dewa Siwa merupakan dewa tertinggi dalam kepercayaan budaya Hindu Saiva. Dewa Siwa merupakan dewa pelebur, yang artinya Siwa bertugas melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada didunia fana lagi, sehingga harus dikembalikan kepada asalnya.

     Penampilan Dewa Siwa bisa digambarkan tubuhnya tel
anjang, hanya dipenuhi dengan abu, membawa laksana berupa pedang, aksamala (tasbih), kamandalu (kendi berisi air kehidupan), dan trisula (tombak berujung tiga), damru (genderang), ular, dan kulit harimau. Dewa Siwa memiliki kendaraan/wahananya, yaitu lembu. Dewa siwa memiliki 3 mata (trinetra).

·         - Makna dari atribut Dewa Siwa

Trisula. Trisula yang dipegang ditangan kanannya menjelaskan tiga Guna Sattva-Rajas-Tamas, yang melambangkan bahwa dewa jauh dari jangkauan ketiga sifat alam ini. Trisula ini digunakan dewa untuk menghancurkan kejahatan dan ketidakperdulian didunia dan juga merupakan lencana paling berkuasa.

Tasbih. Tasbih yang dipegang Siwa memiliki simbol tiada awal dan tiada akhir yang berfungsi sebagai alat penyangga yang ampuh.

Damru. Damru memiliki simbol kekuatan ritme dari detak jantung.

Ular. Ular merupakan simbol dari nafsu yang sudah dikendalikan.

Kulit harimau. Kulit harimau merupakan simbol dari pikiran yang menghuni keinginan.

3 mata (trinetra). Mata kanan dan kirinya melambangkan aktivitas fisiknya didunia, sedangkan satu mata lainnya berada di tengah-tengah dahi yang melambangkan energi pengembali yang jika dibiarkan lepas akan menghancurkan dunia dan lain-lain.

B.    Dewa Wisnu

Dewa Wisnu merupakan dewa penjaga/pemelihara, yang berarti bertugas untuk memelihara dan menjaga segala ciptaan Brahman (Tuhan YME).

Dewa Wisnu biasanya digambrkan dengan laksana berupa cakra (roda berputar), sangka (kerang), padma (bunga teratai), dan gada kaumodaki. Wisnu memiliki kendaraan/wahana, yaitu garuda.

·         Makna atribut Dewa Wisnu

Cakra. Cakra merupakan senjata penghancur Dewa Wisnu yang tak terelakan.

Sangka. Sangka merupakan alat tiup yang ditiup saat melangsungkan upacara keagamaan. Sangka merupakan simbol kemahsyuran dan kemakmuran.

Padma. Padma merupakan teratai keramat lambang kuno dalam budaya Asia.

Gada Kaumodaki. Gada Kaumodaki merupakan senjata tertua dan terkuat dimana dijadikan sebagai simbol kekuatan Dewa Wisnu.  

C.    Dewa Brahma

Dewa Brahma merupakan dewa pencipta yang bertugas sebagai pencipta alam semsta. Brahma dilukiskan sebagai seorang pria tua dengan janggut putih yang memiliki makna sebagai leluhur dari seluruh jagat raya. Terkadang dia juga digambarkan sedang duduk dalam keadaan meditasi di atas bunga Padma (lotus) Merah yang merupakan lambang Kesucian lahir bathin.

Dewa Brahma sering digambarkan berkepala empat (caturmuka). Selain itu, laksana yang sering dibawa Dewa Brahma adalah aksamala, kamandalu, dan pustaka (buku). Brahma memiliki kendaraan/wahananya berupa Hamsa (angsa). Dewa Brahma bersenjata busur.

Caturmuka Dewa Brahma yang menghadap ke empat penjuru mata angin melambangkan kekuasaan terhadap Catur Weda, Catur Yuga (empat siklus waktu), Catur Warna (empat pembagian masyarakat berdasarkan keterampilan).               


Aksamala (tasbih) merupakan simbol tiada awal dan tiada akhir. 

Kamandalu. Kamandalu merupakan simbol dari keabadian.           

Pustaka. Pustaka merupakan simbol dari ilmu pengetahuan.

 

Dewa Trimurti memiliki simbol masing masing, yaitu :

Dewa Siwa         : M

Dewa Wisnu        : U

Dewa Brahma     : A

Dimana jika digabungkan menjadi AUM yang dibaca “OM”. Simbol tersebut merupakan simbol suci agama Hindu.

 

 

 

 

 










Komentar