SEJARAH INDONESIA - MANUSIA PURBA

 


MANUSIA PURBA
    Penemuan fosil manusia purba banyak ditemukan di Eropa, Asia, dan Afrika. Indonesia merupakan negara yang paling banyak ditemukannya fosil. Salah satu peneliti yang menemukan banyak fosil manusia purba adalah G.H.R. Von Koeningswald. Ia menemukan tengkorak, rahang, tulang pinggul, dan tulang paha manusia Meganrhropus, Homo Erectus, dan Homo Sapien di Sangiran, Sambung Macan (Sragen), Trinil, Ngandong, dan Patiayam (Kudus).
Di Indonesia terdapat 3 jenis manusia purba, yaitu :
1. Meganthropus
    Meganthropus Paleo Javanicus, yaitu manusia Jawa yang berbadan besar yang hidup di Jawa sekitar 2-1 juta tahun yang lalu. Manusia purba jenis Meganthropus ini memiliki ciri-ciri tulang pipi yang tebal, otot kunyah yang kuat, kening yang menonjol, bagian belakang yang menonjol tajam, tidak memiliki dagu, perawakannya tegap, memakan jenis tumbuhan dan buah-buahan, dan hidup dengan cara mengumpulkan makanan.
2. Pithecanthropus
    Pithecanthropus yaitu manusia kera. Umur dari Pithecanthropus diperkirakan 30.000-2 juta tahun yang lalu. Manusia purba jenis Pithecanthropus ini memiliki ciri tinggi badan sekitar 165-180 cm, volume otak berkisar 750-1350 cc, perawakanyya tegap, alat tengkuk dan pengunyahnya sangat kuat, bentuk grahamnya besar denagn rahang yang sangat kuat, bagian kening menonjol tebal, bentuk hidung yang tebal, bagian belakang kepala terlihat menonjol, dan bertahan hidup dengan cara mengumpulkan makanan dan berburu.
    Manusia jenis Pithecanthropus ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu Pithecanthropus Mojokertensis, Pithecanthropus robustus, Pithecanthropus Soloensis, Pithecanthropus Erectus. Pithecanthropus Erectus memiliki ciri yang sama dengan Pithecanthropus pada umumnya. Pithecanthropus Erectus memiliki hasil budidaya, yaitu kapak perimbas, kapak penetak, dan kapak gengam.
3. Homo
    Homo merupakan manusia purba yang paling muda dibanding manusia purba jenis lainnya. Manusia purba jenis Homo ini hidup 25.000-40.000 tahun yang lalu. manusia purba jenis ini memiliki ciri tinggi sekitar130-210 cm, memiliki otak yang lebih berkembang daripada Meganthropus dan Pithecanthropus, otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut, tonjolan dikening berkurang dan berpenampilan seperti orang dari ras Mongoloid dan Austramelansoid.
    Manusia jenis Homo ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan Homo Floresiensis. 

Komentar